“Sarry Ananda” Pengguna Sosial Media yang Bikin Heboh Kalimantan Barat

Standard

Baru-baru ini netizen yang sebagian besar berasal dari tanah Kalimantan Barat tersenggol urat emosinya disebabkan tingkah seorang pengguna media sosial facebook dengan nama akun Sarry Ananda Putriy Panggabean membuat status yang terkesan menghina bahkan rasis. berikut kutipan statusnya :

Wooiii buat para orang kampong.khusus nya yang daerah Kalimantan Barat.usah tau nak bakar ladang kah segala kebon atau apalah itu.piker lok dampak e tok a sajak ganggu penerbangan. TOLOLLL!!b**i,a**k,p*****k!!bangsat  benar.Mata tu di bukak woi orang kampong.bukak mata kitak tu.A*****!!!,” (sumber)

Yang secara kasar saya artikan “Woi untuk para orang kampung. khususnya yang daerah Kalimantan Barat. janganlah bakar ladang, kebun, atau apalah itu. pikir dulu dampaknya ini mengganggu penerbangan. (……………..). Mata itu dibuka orang kampung. buka mata kalian itu. (……).

Status pemilik akun ini kontan menuai beragam respon dari para netizen yang sebagian besar mengutuk perbuatan ini. Banyak yang merasa terhina dengan pernyataan kasar yang tertulis di status tersebut. Bahkan tidak yang sedikit balas menghina bahkan mencaci maki akun tersebut.

pemilik-akun-sarry_20150914_190053

Info terakhir yang saya dapatkan dari pontianak.tribunnews.com yaitu Sarry sudah menyatakan permintaan maafnya kepada semua warga Kalimantan Barat melalui media yang sebelumnya Sarry mendatangi Mapolresta Pontianak Kota didampingi oleh ketua KPAID Kalbar bertujuan untuk minta perlindungan kepada pihak Kepolisian.

Dalam menyikapi hal ini perlukah warga merasa sedemikian marahnya sehingga ikut-ikutan balas menghina? memang apa yang dilakukan Sarry merupakan hal yang bahkan bisa diadukan ke ranah hukum, akan tetapi apakah tidak cukup dengan permintaan maaf serta hukuman moril yang diterima dari masyarakat maupun netizen? toh Sarry nyatanya masih dikategorikan sebagai anak-anak karena dia didampingi oleh KPAID ketika memberikan pernyataan maaf. toh dia juga sudah meminta maaf dan menyadari apa yang dilakukannya itu salah.

Baiknya sebagai pengguna media sosial ataupun warga yang baik kita menyikapinya secara bijak. Disini saya tekankan saya tidak membela atau membenarkan apa yang dilakukan Sarry. Tapi akan lebih elok jika kita mengingatkan serta meluruskan tanpa melibatkan emosi dalam hal ini. Karena pada dasarnya ini adalah salah satu bentuk pembelajaran untuk kita semua.

Pada dasarnya penyebab masalah ini tidak lain dan tidak bukan adalah kabut asap yang semakin menjadi-jadi di negeri kita ini. Masalah tahunan yang belum pernah bisa diatasi, belum lagi hubungannya dengan adat, tradisi, serta budaya masyarakat lokal yang akan saya bahas di artikel lainnya.

Advertisements